fbpx
Home Artikel Tak Cukup Dengan Doa
Tak Cukup Dengan Doa

Tak Cukup Dengan Doa

0
0

Picture1.png

Dua orang sejoli yaitu Khalid dan Akbar. Kedua remaja ini bisa dibilang taat terhadap agama. Kecintaannya kepada Allah begitu tinggi. Mereka sering meramaikan masjid-masjid dan mengikuti banyak kajian.

Mereka berdua merupakan santri di salah satu Pesantren yang ada di Indonesia. Mereka juga sering berdebat persoalan apapun itu.

“Aku yakin Allah pasti memberi rezeki untuk setiap hamba. Maka dari itu aku cukup berdoa aja dengan sering kepada Allah” ujar Khalid.

“Tidak bisa hanya dengan berdoa aja Khalid” jawab Akbar.

“Bagaimana tidak bisa. Allah punya segalanya. Kita cukup meminta dengan berdoa kepada Allah”

“Iyaaaa…. Tapi tidak cukup dengan berdoa aja. Kita mesti harus berusaha juga. Walaupun rezeki memang udah dijamin sama Allah. Seperti yang udah dijelaskan dalam Al-Qur’an yang berbunyi:

‘Apabila sholat telah dilaksanakan maka bertebaranlah kamu di bumi, carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung’.

Dari ayat di atas udah jelas bahwa kita diperintahkan untuk bertebaran di muka bumi artinya kita berusaha” Akbar meyakinkan Khalid.

“Aku yang penting terus berdoa aja sama Allah. Aku yakin Allah pasti kasih aku rezeki” Khalid tetap bersikeras dengan pendiriannya.

“Yaa udah kita liat aja nanti” Akbar tidak mau mendebat lagi.

Begitu kuatnya keyakinan Khalid terhadap Allah. Dia yakin cukup dengan berdoa Allah akan memberi rezeki untuknya. Dia tidak yakin disamping doa kita juga perlu berusaha.

Akhirnya pada waktu itu Khalid melakukan percobaan. Saat itu di sebuah masjid tempat Khalid dan Akbar biasa mengikuti kajian. Ada seorang hamba Allah yang memberi makanan untuk setiap orang yang hadir di masjid.

Pada waktu itu Khalid bersembunyi di bawah meja yang tertutup dengan alas meja yang menjulai ke bawah. Hari pertama pembagian makanan, Khalid tidak mendapatkan makanan tersebut. Karena Khalid yang bersembunyi di bawah meja, sehingga tak satupun orang yang tau. Akhirnya Khalid tidak makan. Sementara Akbar mendapatkan makanan karena Akbar tidak bersembunyi. Akbar ikut membagikan makanan.

Hari berikutnya yaitu hari kedua, masih pembagian makanan bagi yang hadir di masjid. Hari ini Khalid masih bersembunyi di bawah meja. Sementara Akbar ikut membantu dalam membagikan makanan. Kali ini Khalid kembali tidak mendapatkan makanan. Karena tidak ada satupun orang yang tau keberadaan Khalid di bawah meja. Sementara Akbar mendapatkan makanan lagi. Karena Akbar ikut dalam aktifitas pembagian makanan tersebut. Udah dua hari Khalid tidak mendapatkan makanan.

Hari ini adalah hari ke tiga pembagian makanan. Seperti biasa Khalid masih bersembunyi di bawah meja. Akbar masih ikut bergerak melakukan pembagian makanan. Karena udah dua hari tidak makan, akhirnya Khalid merasa lemes dan kelaparan. Khalid akhirnya keluar dari tempat persembunyiannya. Petugas masjid kaget melihat Khalid keluar dari bawah meja.

“Masyaallah. Apa yang kamu lakukan disini?” tanya petugas masjid.
Akbar yang lagi sibuk membagikan makanan, perhatiannya teralihkan ke Khalid dan petugas masjid. Sehingga Akbar pergi menghampiri mereka berdua.

“Ini ada apa? Khalid kamu dari mana aja. Dari kemaren aku ga liat kamu” tanya Akbar penasaran.

“Ini Khalid barusan keluar dari bawah meja ini” ujar petugas masjid.

“Hah..Kamu ngapain di bawah meja ini Khalid?” tanya Akbar.

“Aku kira Allah akan ngasih aku makan, cukup dengan berdoa aja. Ternyata selama dua hari aku bersembunyi di bawah meja ini, aku tidak mendapatkan makanan” jawab Khalid udah lemes.

“Subhanallah Khalid. Allah memang senang dengan hamba yang banyak berdoa. Allah memang udah menjamin rezeki untuk kita. Tapi Allah juga perintahkan agar kita berusaha. Selagi kita terus bergerak dan berusaha, Allah pasti udah jamin rezeki untuk kita. Jadi, doa harus kita sertakan dengan usaha yang sungguh-sungguh. Kalo begitu ayok Khalid makan dulu” Akbar menyuguhkan satu kotak nasi untuk Khalid.

“ Iya makasih ya Akbar. Ternyata memang benar tidak cukup hanya dengan doa. Kita harus sertakan doa dengan usaha. Aku baru sadar” jawab Khalid dengan wajah menunduk.

Khalid makan dengan lahap ditemani sahabatnya Akbar. Saking laparnya tak terasa Khalid menghabiskan dua kotak nasi. Akbar senyum-senyum sendiri melihat kelakuan sahabatnya itu.

****

Oleh, Afri Santi

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: