fbpx
Home Anyaman Rasa Sabda Cinta
Sabda Cinta

Sabda Cinta

0
0

Sabda Cinta

 

Dari mana datangnya cinta?

Dari hati turun ke mata…..

 

Cinta dan daya tariknya menjadi pembicaraan yang selalu menggoda untuk dibahas. Rahasia di dalamnya seperti madu yang diburu oleh para petani madu meski harus mendaki bukit dan memasuki hutan yang lebat. Semua orang ketika membahas cinta berhasil membuat berbagai macam racikan teori yang menjadi pondasi istana cinta mereka.

 

Ketika ditanya darimana asalnya cinta ? Maka pepatah umum mengatakan bahwa cinta itu datang dari mata turun ke hati. Dalam fase ini prosesnya cinta yang muncul adalah momentum rasa yang dilihat dari tangkapan inderawi. Mata menjadi alat untuk dapat menangkap getar halus yang mengalir ke lubuk hati terdalam.

 

Cinta pada pandangan pertama menjadi diksi lazim untuk menggambarkan bagaimana tangkapan inderawi melalui mata dianggap sebagai sebuah proses cinta yang abadi. Maka berbagai macam kisah mengalir dalam lembaran sejarah percintaan manusia. Drama percintaan Romeo dan Juliet hadir dalam babak yang dimainkan di aneka rupa panggung. Qais dan Laila mengalir lewat kisahnya dengan berbagai macam literatur. Dan irisan dari kedua kisah tersebut adalah cinta yang pada akhirnya tidak dapat bersatu. Sebuah tragedi cinta yang dianggap kisah abadi.

 

Cinta yang mengalir lewat mata adalah proses yang lebih bersifat biologis. Subjek cinta wajib bertemu dengan subjek lainnya secara kasat mata. Indera secara langsung merasakan kecantikan wanita yang melintas di depan mata dan ketampanan seorang pemuda mampu membuat seorang gadis bergetar hatinya.  Mata dianggap sebagai sebab utama lahirnya cinta abadi.

 

Namun, terminologi agama menganggap bahwa mata adalah salah satu pintu maksiat kepada Alloh bagi seorang yang tidak dapat menahan pandangannya, karena mata adalah cermin dari qalbu. Semakin ia mampu tidak tergoda maka hatinya pun akan kuat menahan dorongan syahwat dan sebaliknya.  Bahkan dalam salah satu potongan hadits yang dicatat dalam kita Musnad Imam Ahmad bin Hambal disebutkan bahwa Nabi SAW pernah bersabda :

 

“Pandangan mata itu adalah panah beracun dari anak panah iblis…” (Al Imam Syamsyuddin, Taman orang-orang Jatuh Cinta)

 

Diksi yang digunakan oleh Rasulullah begitu kuat pesannya. Tatapan mata seseorang pada lawan jenisnya akan memberikan kerusakan sistem pertahanan hati. Dan yang nyata dalam terusan hadits tersebut adalah ancaman tidak dapat merasakan manisnya kekhusuan sampai waktunya bertemu dengan Alloh SWT.

 

Bagaimana bisa jatuh cinta kepada yang gaib bila mata menjadi syarat datangnya cinta? Sementara mata terbatas dengan apa yang mampu ia lihat saja.

 

Bagaimana menerangkan kecintaan kepada manusia Agung, Rasulullah SAW bila syaratnya harus bertemu dengan beliau. Mata ini terlalu lemah untuk mampu menginderai masa lampau.

 

Hati hadir untuk menangkap getar cinta yang tak kasat mata. Hati mampu menembus ruang dan waktu. Dengan hati ayat-ayat cinta mampu dibaca dengan fasih. Mencintai Rasululloh haruslah dengan pandangan mata batin bukan dengan mata dzohir yang fana.

 

ABSURDITAS  ASMARALOKA

 

Kisah klasik berserak dalam puing-puing asmaraloka

dalam samar pungguk menyibak riak-riak mangata

Qais melangitkan dupa asa dalam kekhusuan japa

mengharap kuasa langit melepas buhul cinta Laila

 

tapa sunyi lokananta  mengunci pintu semesta

secawan anggur memabukkan terbaring dalam sepi

Qais terpenjara dalam amukan badai asmara

merelakan tubuhnya terbakar cinta tak bertepi

 

apalah cinta yang kau tuang lewat mata

syahwat menggantung di kerlingan kenes

gadis bermata biru menebar sabda berbisa

menanam ranjau di jenggala absurditas

 

kemolekan alam raya mengumbar di pelupuk

meresap dalam getaran kalbu yang kerontang

gelora matahari kasmaran termenung di ufuk

cinta ragawi bersemayam dalam gamang

 

di keheningan baka cinta amerta bersembunyi

mengosongkan ruang fana dari tipuan raga

hadirkan rasa pada aura tanpa jelaga inderawi

tulus menyelinap batas sanubari cakrawala

 

pancaran kesucian melesat nihil rupa

tenggelam menyelami senandung seloka

binar mutiara menerangi keagungan samudera

membacakan bait cinta untuk-MU asal semesta

 

Tangerang Selatan, 25 Februari 2021

Coach Tata

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Quotes

“Cinta itu seperti gula dan kopi yang rela menahan siksa panasnya air yang mendidih untuk menyatu dalam pahit dan manisnya kehidupan.”

 

 

Tangerang Selatan, 25 Februari 2021

Coach Tata

 

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: