fbpx
Home Anyaman Rasa PADA PERJALANAN
PADA PERJALANAN

PADA PERJALANAN

0
0

Perjalanan manusia seperti musafir di sahara. Banyak bekal yang harus disiapkan untuk dapat menyusuri kilometer jarak di atas tumpukan pasir yang melelahkan. Stamina yang kuat juga menentukan daya tahan seseorang untuk mampu melewatinya. Namun harus tetap waspada dengan bahaya fatamorgana yang menanti di setiap kilau menipu.

 

Keindahan dunia itu fana. Godaannya begitu kuat, sehingga banyak yang lupa dengan tujuan akhir yang sesungguhnya. Dunia ini sudah menyimpan berbagai macam jenis jebakan agar banyak orang yang terperangkap di dalamnya.

 

Kebanyakan para Saudagar bangga membebani unta-unta dengan pundi-pundi yang memenuhi punggunya. Kekayaan dunia membuat mereka bersemangat melewati badai pasir. Kilau Emas dan perak telah menyilapkan mata sehingga pandangannya tertutup oleh mimpi-mimpi indah hedonisme

 

Tidak ada yang salah dengan harta dan benda. Tidak ada dosa dengan bersungguh-sungguh untuk mendapatkan kemuliaan dunia. Namun, semua keindahan itu harus tunduk di bawah kuasa agar ia tidak menjadi raja bagi tuannya.

 

Dalam perjalanan banyak langkah yag tersesat dan tidak tahu arah jalan pulang. Karenanya kompas dan penanda arah harus selalu sedia untuk membimbing agar selalu melangkah di jalur yang benar. Banyak jejak yang dihapus oleh para musfair padahal langkah-langkah mereka itu sesungguhnya sedang menetapkan jejak untuk dapat kembali.

 

Dan kalaupun seseorang tersesat di kegelapan sahara. Setidaknya ia tahu bagaimana mambaca langit. Namun terkadang kesombongan awan menutup jagat raya. Hanya kesungguhan dan ikhtiar yang kuat mengantarkan seseorang pada kerlip rasi bintang yang akan mengarahkan jalan pulang.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

MADU NISKALA

 

Denting harmonik menyajikan nyanyian semesta

sadarku lena menikmati tarian bulu-bulu angsa dan balutan sutera

Segelas madu gelisah menyendiri di beranda

menawarkan senyum degan paras manisnya

 

Kau biarkan aku menggadai siang pada bulan

alirkan peluh ini bersatu dengan garis suratan

hingga kilau lazuardi menyibukkan mata

aku pun mabuk dengan segelas madu niskala

 

di atas semenanjung swastamita menggantung

menyaksikan remah-remah  buih menyembunyikan renjana

di kelopak senja wajahku kuncup pada tangkainya

hati lindap mencari  pemilik bintang

 

Kau halangi mimpi menyebrang malam

membiarkan aku terseok di pelataran rindu

bayu menusuki dengan tikaman tikaman dendam

aku terluka karena berpaling dari-Mu

 

 

 

 

 

Tangerang Selatan, 19 Februari 2021

Coach Tata

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Quotes

“Bagaimana bisa pulang kalau arah menyesatkanmu. Bergegaslah menemukan cahaya yang akan menunjukan jalan melewati alam misteri”

Coach Tata

 

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: